Pernahkah kamu melihat satu masalah kecil berubah menjadi banyak persoalan?
Awalnya hanya satu hal sederhana yang perlu diselesaikan. Namun karena kata-kata yang keluar tanpa sadar, masalah itu bercabang. Satu kalimat memicu reaksi, reaksi memicu emosi, lalu emosi melahirkan persoalan baru yang sebenarnya tidak perlu ada. Akhirnya, yang semula simpel menjadi rumit. Yang semua hanya satu perkara, berubah menjadi banyak persoalan.
Di sinilah pentingnya kesadaran dalam berbicara. Tidak semua hal perlu direspons dengan kata-kata. Tidak semua situasi membutuhkan penjelasan, pembelaan, atau argumentasi.
Kadang, justru kata-kata memperpanjang masalah. Ego sering ingin ikut campur, ingin menjelaskan, ingin membenarkan, ingin memenangkan. Namun tanpa disadari, itu semua justru memperkeruh keadaan.
Cobalah diam sejenak. Bukan diam karena menahan, tetapi diam dalam kesadaran. Diam yang melihat, memahami, dan tidak terburu-buru bereaksi.
Kamu akan terkejut, banyak hal yang sebenarnya bisa selesai dengan sendirinya ketika tidak diberi bahan bakar. Diam bukan kelemahan. Diam adalah kejernihan.
Dan dari kejernihan itu, kamu tahu kapan perlu berbicara, dan kapan cukup membiarkan semuanya kembali tenang dengan sendirinya.



