Tuhan di Balik Tumpukan Jerami

Tuhan itu ada di balik tumpukan jerami. Jerami itu adalah jerat rasa dan memori yang menumpuk di dalam dirimu. Ia terbentuk dari pengalaman masa lalu, luka batin, penilaian, ketakutan, dan berbagai cerita yang terus kamu simpan dalam pikiran.

Semakin lama hidup berjalan, semakin banyak jerami itu bertumpuk. Kamu mengingat siapa yang melukai, siapa yang mengecewakan, apa yang gagal, apa yang kamu takutkan. Semua itu membentuk lapisan-lapisan yang menutupi kejernihan batinmu.

Padahal yang kamu cari adalah Tuhan, sumber kedamaian dan kebahagiaan, yang sesungguhnya tidak pernah benar-benar jauh. Ia ada di sana, tepat di balik tumpukan itu.

Masalahnya bukan karena Tuhan sulit ditemukan, tetapi karena jerami di dalam dirimu terlalu banyak.

Jerami itu bukan untuk disimpan. Ia perlu dilihat, disadari, dan perlahan dilepaskan. Setiap kali kamu menyadari satu luka, satu ingatan, satu keterikatan, kamu sedang menyingkirkan satu lapisan jerami.

Dan semakin lapang batinmu, semakin jelas kehadiran itu terasa. Tuhan tidak perlu dicari jauh-jauh. Ia selalu ada, menunggu di balik tumpukan yang selama ini kamu bawa sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *