Mengapa manusia begitu merindukan uang, hingga memintanya dalam doa dan ibadah? Bahkan ada meditasi untuk “menarik rezeki”. Perhatikan dengan jujur, Ananda, apakah itu masih doa, atau sudah menjadi obsesi yang dibungkus spiritualitas?
Setiap orang butuh uang, karena uang adalah alat. Tapi jangan terikat padanya. Keinginan akan kelimpahan bukanlah masalah. Namun ketika keinginan itu berubah menjadi keterikatan, ia melahirkan kegelisahan. Pikiran terus mengejar, hati tidak pernah cukup.
Meditasi bukanlah alat untuk mendapatkan sesuatu. Ia bukan teknik untuk memuaskan hasrat tersembunyi. Meditasi adalah laku tanpa aksi, hadir sepenuhnya, kembali pada keutuhan diri yang sudah lengkap apa adanya.
Ketika meditasi dijadikan sarana meraih uang, maka ia kehilangan esensinya. Ia berubah menjadi perpanjangan dari ego yang ingin memiliki lebih.
Dan ingatlah, obsesi tetaplah obsesi. Entah itu obsesi mengejar uang atau obsesi mengejar Tuhan, jika dilakukan dengan cara yang sama, semua itu bisa menjadi jebakan yang halus.
Di sanalah samskara terbentuk, suatu jejak batin yang terus mengikat dan mengulang pola yang sama. Dia sumber penderitaanmu. Seperti yang saya katakan, “Jerami” : Jerat Rasa & Memori. Sekali terjerat, tersimpan, dia akan menjadi bahan bakar penderitaan.
Maka berhati-hatilah, Ananda. Masuklah ke dalam keheningan yang tidak pernah menuntut. Di sanalah engkau akan menemukan, bahwa yang engkau cari selama ini, tidak pernah benar-benar hilang.



