Ananda tersayang,
Segala sesuatu dalam eksistensi ini saling terkait. Tidak ada yang berdiri sendiri. Tidak ada sebab tunggal, semua terjadi karena jalinan yang sifatnya saling bergantung total dari seluruh keberadaan.
Yang tampak berlawanan pun sebenarnya saling bergantung: ada – tiada, sulit – mudah, tinggi – rendah, hidup – mati. Bahkan dalam cara pikir manusia, “Tuhan” dan “iblis” sering lahir sebagai yang berlawanan, namun sebetulnya merupakan pasangan yang saling bergantung. Pikiran bekerja lewat pilihan, menerima satu, menolak yang lain. Tapi saat kamu memilih, kamu menciptakan ketidakutuhan, karena hidup tidak bisa dipisah-pisah sesuai selera.
Kamu tidak mungkin menerima kehidupan sambil menolak kematian. Kamu tidak mungkin ingin terang tanpa mengenal gelap. Begitu kamu memegang “kebaikan” sebagai satu-satunya, pikiranmu otomatis menciptakan bayangan “kejahatan” untuk dibandingkan. Begitu kamu berusaha ingin menjadi “suci”, maka kamu akan berhadapan dengan semua sisi burukmu di dalam diri. Itulah cara dualitas pikiran bekerja.
Maka jalan batin adalah tidak memilih dalam arti lebih dalam: total acceptance. Bukan pasrah yang lemah, tetapi penerimaan yang utuh. Kamu melihat semuanya sebagaimana adanya, tanpa harus menjadi pro dan kontra di dalam kepala.
Saat kamu hidup tanpa memilih, ego mulai kehilangan pegangan. Tidak ada lagi yang perlu dipertahankan mati-matian, tidak ada yang perlu dikuasai. Semuanya terlihat utuh. Kamu menyatu dengan arus semesta, selaras, harmonis, seperti air yang berhenti melawan bentuk sungai.
Cobalah terima apapun yang datang. Kamu akan kembali utuh.



