Memahami Tuhan, banyak jalannya. Kamu bisa membaca, mendengar, merenung, bahkan berdiskusi panjang tentang-Nya. Pemahaman bisa tumbuh dari berbagai arah.
Namun pemahaman saja tidak cukup. Akan ada satu titik dalam hidup, di mana kamu tidak lagi sekadar memahami, tetapi berhadapan langsung dengan-Nya melalui peristiwa.
Peristiwa yang meruntuhkan keakuanmu. Peristiwa yang meluruhkan citra dirimu. Peristiwa yang membuatmu kehilangan kendali dan tidak lagi punya pegangan.
Di sana, semua konsep tidak lagi berguna. Kamu tidak bisa menjelaskan. Tidak bisa menghindar. Tidak bisa melakukan apa pun. Yang tersisa hanya diam.
Diam yang bukan kosong, tetapi penuh. Diam yang membawamu melampaui kata, melampaui gagasan, melampaui semua pemahaman yang pernah kamu kumpulkan.
Di dalam diam itu, kamu tidak lagi mencari Tuhan. Kamu menyatu.
Tidak ada lagi jarak antara yang mencari dan yang dicari. Tidak ada lagi pertanyaan, karena yang bertanya pun telah luruh.
Dan di momen itu, semua gagasan hanyut, semua pencarian berhenti. Yang ada hanyalah kehadiran yang utuh. Tanpa nama, tanpa bentuk, namun begitu nyata.



