Ketika Kamu Sudah Menjiwai Ketidakabadianmu

Ketika kamu mulai menjiwai ketidakabadian hidup, cara pandangmu terhadap kehilangan akan berubah.

Selama ini kehilangan sering dipahami sebagai tragedi. Sesuatu yang datang merampas kebahagiaan, meninggalkan luka, dan membuat hidup terasa runtuh.

Namun sesungguhnya, kehidupan memang tidak pernah menjanjikan sesuatu yang abadi. Segala yang hadir akan berubah. Segala yang datang suatu saat akan pergi.

Tubuh menua, hubungan berubah, orang-orang yang kita cintai bisa berpulang, dan keadaan hidup terus bergerak tanpa bisa ditahan.

Jika kamu menolak kenyataan ini, setiap perubahan akan terasa seperti penderitaan. Namun ketika kamu benar-benar memahami ketidak-abadian, kehilangan tidak lagi hanya dipandang sebagai tragedi. Ia menjadi undangan untuk sadar.

Undangan untuk melihat bahwa tidak ada yang benar-benar bisa dimiliki selamanya. Undangan untuk lebih menghargai setiap momen yang sedang hadir.

Kehilangan mengingatkanmu untuk tidak melekat terlalu kuat pada apa pun di dunia ini. Bukan berarti kamu berhenti mencintai, tetapi kamu mencintai dengan kesadaran. Bahwa semua yang hadir adalah anugerah yang sementara. Dan justru karena sementara, setiap momen menjadi begitu berharga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *