Ketika kamu mulai menjiwai kesendirianmu, perlahan kamu menyadari sesuatu yang penting: kamu tidak lagi bergantung pada kehadiran orang lain untuk merasa utuh.
Kesendirian tidak lagi terasa sebagai kekosongan, tetapi sebagai ruang yang penuh. Di dalamnya kamu bisa mendengar dirimu sendiri, merasakan kehidupan dengan lebih jernih, dan berdamai dengan keberadaanmu apa adanya.
Dari sini, pergaulanmu akan terseleksi dengan sendirinya. Circle mungkin menjadi lebih kecil. Tidak semua orang lagi merasa sejalan, tidak semua keramaian lagi terasa perlu. Namun hal itu bukan kehilangan. Justru di situlah kamu mulai menemukan kualitas hubungan yang lebih jujur dan bermakna.
Kamu tidak lagi bergaul karena takut sendirian, atau karena ingin diakui. Pergaulan menjadi pilihan yang sadar.
Setiap pertemanan kamu maknai sebagai bentuk penghargaan terhadap dirimu sendiri, sekaligus sebagai bhakti-mu kepada kehidupan. Itu seperti sebuah cara untuk saling berbagi kehadiran, bukan saling mengisi kekosongan.
Ketika seseorang telah nyaman dengan kesendiriannya, ia tidak menutup diri dari dunia. Ia hanya menjadi lebih sadar, dengan siapa ia berjalan, dan untuk apa ia berbagi hidup.



