Matahari yang bersinar, bintang-bintang yang bertebaran di angkasa, bumi yang indah, pepohonan yang tumbuh, dan samudera yang luas, semuanya bukanlah sesuatu yang “diciptakan” seperti benda oleh tangan tertentu. Ia adalah ekspresi dari keheningan yang mewujud.
Keheningan itu bukan kosong yang mati, melainkan potensi tanpa batas, yang bergerak, berdenyut, dan menampakkan dirinya sebagai semesta ini.
Apa yang kau lihat sebagai “keberadaan” sejatinya adalah gerak otonom. Ia tidak menunggu perintah, tidak bergantung pada sosok pencipta yang terpisah. Ia terjadi dengan sendirinya, tidak butuh pihak kedua, ketiga atau keberapa pun. Karena memang demikianlah sifat dasar keberadaan, mengalir dan menampakkan diri.
Semesta bukan sesuatu yang sudah selesai. Ia masih terus bergerak, berkembang, dan berekspansi tanpa henti. Dan engkau bukan bagian yang terpisah dari semua ini.
Engkau adalah keheningan yang sama, yang sedang mewujud sebagai manusia. Ketika engkau hening, engkau kembali pada sumber itu, tempat di mana segala sesuatu terjadi tanpa usaha, tanpa paksaan.




Terima kasih Abah, wejangan wejangan sangat membantu kami dalam langkah arah keberadaan sehari hari ,
Terima kasih banyak sudah membaca dan meresapi wejangan Abah 🤍
Kami ikut bersyukur jika tulisan-tulisan itu bisa menemani langkah keberadaan sehari-hari, bukan hanya untuk hari ini tapi juga perjalanan ke depan.
Semoga setiap wejangan tidak hanya dipahami, tapi juga perlahan dihidupi dalam keheningan dan kesadaran 🌿
Salam hangat dari kami di SADAR Center.
Terima kasih Abah, wejangan wejangan sangat membantu kami dalam langkah arah keberadaan sehari hari dan yg akan datang
Terima kasih banyak sudah membaca dan meresapi wejangan Abah 🤍
Kami ikut bersyukur jika tulisan-tulisan itu bisa menemani langkah keberadaan sehari-hari, bukan hanya untuk hari ini tapi juga perjalanan ke depan.
Semoga setiap wejangan tidak hanya dipahami, tapi juga perlahan dihidupi dalam keheningan dan kesadaran 🌿
Salam hangat dari kami di SADAR Center.